Translate

Selasa, 01 Januari 2013

SOAL-SOAL TEKNIK RADIOGRAFI



PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG BENAR DENGAN MENGHITAMKAN ATAU BLOK HURUF A, B, C, D DAN E.
1. Untuk mengukur rasio adenoid secara tepat dibuat pemotretan di daerah faring dengan proyeksi:
a. Ap dan lateral dengan nilai eksposi normal
b. Cukup AP dengan teknik soft tissue
c. Cukup lateral dengan teknik soft tissue
d. Cukup AP dengan nilai eksposi normal
e. AP dan oblik dengan teknik soft tissue
2. Berikut ini kurang tepat dalam pemeriksaan laringografi:
a. Valsava manuever akan memperlihatkan terbukanya glotis
b. Insiprasi secara perlahan-lahan selama eksposi menyebabkan pita suara abduksi
c. Pemeriksaan laring dapat dibuat dengan media kontras positip
d. Pemeriksaan laring dapat dilakukan dengan media kontras negatif
e. Phonasi selama eksposi menyebabkan pita suara adduksi
3. Pada hasil foto thoraks, bila pasien mengalami rotasi dapat terlihat pada gambaran:
a. kurvatura tulang thorakalnya
b. gambaran kedua skapula di kedua lapangan paru
c. sendi sternokiavikular asimetris
d. letak ketinggian klavikulanya
e. gambaran lapangan paru setinggi thorakal X
4. Pada pemotretan thorak PA dewasa bila pasien benar-benar inspirasi penuh ditandai dengan gambaran:
a. Lapangan pam berada setinggi iga 9-10 depan dan iga 7-8 belakang
b. Lapangan paru setinggi iga depan 9-10 dan iga belakang 9-10
c. Lapangan paru setingi iga depan 7-8 dan iga belakang 7-8
d. Lapangan paru berada setinggi iga 7-8 depan dan iga 9-10 belakang
e. Lapangan paru berada setinggi thorakal 12
5. Radiograf thoraks yang dilakukan eksposi setelah ekspirasi berguna untuk menunjukkan:
a. Empyema
b. Efusi pleura
c. Pneumo thoraks
d. Tumor pada paru
e. TBC

6. Pada pemotretan thoraks bayi sebaiknya diatur nilai eksposi dengan:
a. KV rendah, waktu singkat
b. KV rendah, waktu lama
c. KV tinggi , waktu lama
d. MA tinggi, Waktu singkat
e. MA rendah , waktu singkat
7. Yang dimaksud dengan Pemotretan abdomen LLD adalah:
a. Pasien tidur miring sisi kiri tubuh menempel kaset sentasi vertikal tegal lurus film
b. Pasien supine kaset vertikal disisi kiri pasien sentrasi horisontal tegak lurus film
c. \Pasien tidur miring sisi kiri pasien menempel meja, film diletakkan vetikal menempel pungung sentrasi horisontal tegak lurus film
d. Pasien tidur miring sisi kanan pasien menempel film sentrasi vertikal tegak lurus film
e. Pasien tidur miring sisi kanan pasien menempel meja, film vertikal menempel punggung sentrasi horisontal tegak lurus film

8. Pada kasus atresia ani pada bayi baru lahir jika dilakukan pemeriksaan radiologi menurut saudara proyeksi yang tepat adalah:
a. dibuat abdomen tiga posisi
b. AP dan Lateral pasien supine
c. AP supine dan LLD
d. Dibalik kepala di bawah, AP dan lateral “knee chest”
e. Cukup LLD

9. Sudut antara dua garis bantu kepala di bawah ini sebesar 70:
a. antara OML dan glabelomeatal line
b. antara OML dan AML
c. antara IOML dan AML
d. antara IOML dan OML
e. antara IOML dan interpupilary line

10. Pada proyeksi parieto akantial metode Water’s kepala ekstensi 37 derajat dengan tujuan:
a. agar sinus maksilaris tampak benar-benar bulat
b. agar nampak batas udara dan cairan
c. agar tulang petrosum tidak superposisi dengan sinus maksilaris
d. agar memudahkan dan mengenakkan pasien
e. agar dalam positioning tidak mengalami kesulitan

11. Yang dimaksud dengan “double tube angulation” pada metode Law adalah:
a. Tabung mengarah 15 deraj at kaudad dan 15 deraj at ke anterior
b. Dan posisi lateral di rotasi 15 derajat dan sinar 15 derajat sepalad
c. Tabung mengarah 15 derajat sepalad dan 15 derajat ke anterior
d. Penyudutan tabung 15 derajat sepalad 15 derajat ke posterior
e. Tabung mengarah 15 derajat kaudad dan 15 derajat ke posterior Pada pemotretan

12. Mandibula dengan proyeksi aksiolateral oblik berguna untuk menunjukkan gambaran:
a. Prosesus Kondiloideus
b. Korpus mandibula
c. Simpisis menti
d. Jawaban b,c benar
e. Jawaban a,b,c benar
13. Untuk melihat gambaran paru bila tidak memungkinkan dibuat dengan posisi RAO, posisi berikut yang dapat memberikan gambaran anatomis yang sama adalah:
a. RPO
b. LPO
c. LAO
d.RLD
e. LLD
14. Untuk Proyeksi jantung dan aorta sentrasi diarahkan tegak lurus pada MSP setinggi:
a. Kolumnas Vertebre Thorakal III
b. Kolumna Vertebre Thorakal IV
c. Kolumna Vertebre Thorakal V
d. Kolumna vertebre Thorakal VI
e. Kolumna Vertebre Thorakal VII

15. Pemotretan AP Lordotik merupakan proyeksi tambahan dalam pemotretan Thoraks PA dengan tujuan untuk melihat:
a. Ukuran jantung sebenarnya
b. Membebaskan paru dan gambaran skapula
c. Arkus aorta tampak lebih jelas
d. Gambaran trakhea agar tidak superposisi dengan vertebre
e. Apeks pulmo berada di inferior klavikula

16. Untuk mengetahui letak lesi intra thoraks secara akurat posisi yang harus dilakukan adalah:
a. Lateral dekubitus kanan dan kiri
b. AP dan lateral supine
c. PA dan LLD
d. PA dan lateral tegak
e. LAO dan RPO

17. Tujuan pemotretan abdomen AP supine pada kasus abdomen akut adalah untuk melihat:
a. distensi atau pelebaran usus
b. distribusi udara bebas dalam perut
c. batas yang jelas antara udara dan cairan dalam perut
d. peradangan usus
e. udara dalam lambung

18. Untuk Proyeksi jantung dan aorta sentrasi diarahkan tegak lurus pada MSP setinggi:
A.Kolumnas Vertebre Thorakal III
B.Kolumna Vertebre Thorakal IV
C.Kolumna Vertebre Thorakal V
D.Kolumna vertebre Thorakal VI
E.Kolumna Vertebre Thorakal VII

19. Pada pemeriksaan abdomen akut dilakukan pemotretan abdomen tiga posisi. Yang dimaksud abdomen tiga posisi adalah:
A. AP SUPINE, LATERAL DAN LLD
B. AP SUPINE, SETENGAH DUDUK, RLD
C. AP SUPNE, RLD,LLD
D. AP SETENGAH DUDUK, RLD,LLD
E. AP SUPINE, AP STENGAH DUDUK DAN LLD

20. Untuk memperlihatkan gambaran seluruh foramen magnum dengan proyeksi anteroposterior sebaiknya penyudutan tabung sebesar:
a. l0 derajat
b. 20 derajat
c. 30 derajat
d. 40 derajat
e. 50 derajat

21. Proyeksi submentovertikal berguna untuk memperlihatkan gambaran antara lain:
a. dasar kepala/basis kranii
b. sinus spenoidalis
c. prosesus mastoideus
d. jawaban B dan C benar
e. Jawaban A,B,C benar

22. Bila terjadi deviasi gambaran foramen optikum ke arah superior atau inferior disebabkan karena:
a. Sentrasi terlalu ke arah medial
b. Pengaturan sudut MSP kepala terhadap meja tidak tepat
c. Letak kaset terlalu bergeser ke arah superior
d. AML tidak tegak lurus kaset
e. Penyudutan tabung melenceng ke lateral

23. Proyeksi tersebut di bawah mi untuk melihat foramen optikum , kecuali:
a. Rhese
b. Lysholm
c. Metode Berthel
d. Alexander
e. Metode Pfeiffer

24. Test Sensitivitas terhadap media kontras dapat dilakukan dengan berbagai cara Di bawah mi contoh test tersebut kecuali:
a. Menyuntikkan secara IV sejumlah 2 ml media kontras dan tunggu reaksi selama 5 menit
b. Meneteskan sebnyak 2 tetes media kontras pada mata, tunggu reaksinya sampai 2 menit
c. Menyuntikkan sebanyak 1 ml media kontras di bawah kulit lalu tunggu reaksinya selama 5 menit
d. Meneteskan lodium pada kulit , tutup dengan kssa, plester dan tunggu selama 30 menit perhatikan reaksinya
e. Suntikkan obat anti histamin, lima menit sebelum penyutikkan media kontras, tunggu, baru suntikkan media kontras sejumlah dosis yang dibutuhkan.

25. Di bawah mi media kontras yang non ionik water soluble:
a. Urografin 76 %
b. Angiografin
c. lopamiro
d. Telebrix
e. Biligrafin

26. Syarat yang harus dipenuhi oleh media kontras agar dapat berdaya guna tinggi dalam menunjang diagnosa adalah sbb:
a. mudah diserap oleh oleh darah
b. tidak menimbulkan iritasi oleh tubuh
c. dalam tubuh tidak merupakan benda asing
d. jawaban B,C benar
e. Jawaban A,B,C benar

27. Untuk melihat columna vertebra cervical secara fungsional diperoleh dengan cara:
a. Proyeksi AP/lateral ‘weight bearing’
b. Proyeksi lateral dengan kepala fleksi dan ekatensi
c. Proyeksi AP, ‘bending’ kepala kanan dan kiri
d. Proyeksi oblik dengan pasien supine dan erect
e. Semua jawaban benar

28. Untuk penderita trauma akut, untuk melihat columna vertebrae cervical, proyeksi
yang perlama kali dibuat sebaiknya:
a. Proyeksi ‘pillar’
b. AP dengan ‘open mouth’
c. AP dengan menggerakkan rahang bawah (wagging jaw)
d. Proyeksi lateral sinar horisontal
e. Semua jawaban benar

29. Gambaran secara frontal (frontal view) foramen inter vertebrae kanan pada vertebra cervical proyeksi yang tepat dengan posisi penderita:
a.RAO
b.RPO
c.LAO
d.LPO
é. AP erect

30. Sendi apofisial pada columna vertebra thorakal paling tepat ditunjukkan dengan posisi penderita:
a. Posisi true lateral
b. Posisi oblik rotasi 45° dan posisi supine
c. AP erect
d.. Posisi oblik’axilary plane’ 700 terhadap bidang horisontal
e. Posisi oblik axilary plane’ 700 terhadap bidang vertikal

31. Metode Twinning (dikenàl dengan Swimmer view) dibuat untuk memperlihatkan
gambaran dan:
a. Sendi atlas dan axis
b. Daerah cervicothoracal
c. Daerah lumbosacral
d. Persendián dorsolumbar
e. Daerah thoracolumbal

32. Pada penderita lateral recumbent tanpa diganjal dengan spon agar rongga discus interventebrae pada tulang belakang tampak secara optimal sebaiknya sentrasi di arahkan:
a. 5-lO°caudad
b. 15-20°cáudad
c. l0-15°sepalad
d. 15-20°sepalad
e. Tegak lurus

33. Hernia atau ruptur pada discus intervertebrae dapat ditunjukkan secara radiografi dengan melakukan pemeriksaan:
a. Discografi
b. Myelografi
c. CT Scan
d. Jawaban b,c benar
e. Jawaban a, b, c benar

34. Pada pemotretan faring, laring, trachea dibuat di daerah leher dengan posisi lateral
secara soft tissue, dengan titik bidik setinggi, kecuali:
a. Cricoid cartilago
b. Sternal notch
c. Columna vertebrae cervical III
d. Columa vertebrae cervical II
e. Columna vertbrae cervicothoracal

35. Yang termasuk indikasi foto thorax ‘cito’ adalah, kecuali:
a. Tumor dilapangan pulmo
b. Sesak nafas karena asmà
c. Haemoptoe
d. Komplikasi DSSDHF
e. TBC disertai demam tinggi

36. Pada pembuatan radiograf thorax bayi, sebaiknya nilai exposi yang dipilih adalah
a. kV, tinggi, waktu singkat
b. kV rendah, waktu singkat
c. mA besar, waktu singkat
d. Jawaban a dan c benar
C. Jawaban a, b, c benar

37. Bila pasien mengalami rotasi pada foto thorax dari ‘frontal view’ tampak gambaran d radiograf berupa:
a. Letak kctinggian clavicula
b. Kurvatura tulang thoracal
c. Adanya gambaran scapula pada lapangan pan
d. Sendi sternoclavicularis asimetris
e. Semua jawaban benar

38. Radiografi thorax yang dilakukan exposi sebelah expirasi berguna untuk
menunjukkan:
a. Pneumothorax
b. Efusi pleura
c. Fraktur iga
d. Empyema
e. Semua jawaban benar

39. Posisi manakah yang berguna untuk menampakkan udara bebas dalam rongga
peritoneum (pneumoparietoneum spontan)?
a. Erect
b. Lateral delcubitus
c. Dorsal dekubitus
d. a,b benar
e. a,b,c benar

40. Bila pasien tidak dapat diposisikan RAO, posisi berikut yang dapat memberikan informasi anatomis yang sama posisi tersebut pada foto paru adalah
a. RPO b. LPO c. LAO d. LLD
e. Sama saja asal posisi pasien oblik

41. Untuk mengetahui letak lesi intra thorax secara akurat, posisi yang dilakukan adalah:
a. LAO, RPO
b. PA dan lateral erect
c. AP dan lateral supine
d. Lateral decubitus kanan kiri
e. PA dan LLD

42. Untuk proyeksi jantung dan aorta, sentrasi diarahkan tegak lurus pada MSP setinggi:
a. Columna vertebrae thoracal IV
b. Columna vertebrae thoracal V
c. Columna vertbrae thoracal VI
d. Bukan dari ketiga daerah tersebut
e. Jawaban a, b, c benar

43. Untuk menampakkan cairan pleura yang jumlahnya sedikit, sebaiknya posisi pasien
saat pengambilan radiograf adalah:
a. Posisi oblique anterior erect
b. Posisi recumbent dengan daerah yang dicurigai ada diatas dan disinar horisontal
c. Posisi supine
d. LLD dengan sisi yang dicurigai dekat dengan meja
e. Semua jawaban diatas benar

44. Foto thorax supine kadang dilakukan khususnya untuk penderita dengan sakit yang berat maupun pada penderita yang tidak manipu diposisikan erect. Pernyataan tentang perbandingan pósisi PA erect dan AP supine foto thorax yang kurang tepat adalah:
a. Pada thorax AP supine organ dalani thorax akan mengalami kompresi
b. ‘Air fluid level’ tidak tampak dengan proyeksi AP supine
c. Pembesaran jantung tampak lebih besar pada proyeksi erect
d. Pada proyeksi AP supine, clavicula tampak posisinya lebih tinggi
e. Semua jawaban diatas benar

45. Letak gambar apex pulmonum akan tampak terlibat berada di inferior bayangan
clavicula dengan proyeksi sebagai berikut
a. AP lordotik
b. PA axial sinar 100 caudad
c. AP axial sinar 300 sepalad
d. Jawaban a,b,c benar
e. Jawaban a, c benar

46. Pernyataan yang benar tentang bronchografi adalah:
a. Kontras media dimasukkan dengan kateter dan dikeluarkan dengan batuk
b. Aliran kontras media terbantu dengan posisi tubuh
c. Selama pemeriksaan diberi obat untuk mengurangi reflak agar pasien tidak batuk
d. Jawaban a,b benar
e. Jawaban a,b,c benar

47. Proyeksi left lateral decubitus yang benar yaitu dengan membuat posisi penderita sebagai berikut:
a. Berbaring miring sisi kiri dibawah sisi kanan diatas dengan sinar vertikal
b. Berbaning miring sisi kiri dibawah sisi kanan diatas dengan sinar honsontal
c. Berbaring supine sisi kiri menempel kaset dengan sinar horisontal
d. Berbaring miring sisi kanan dibawah sisi kiri diatas sinar horisontal
e. Ada dua jawabàn yang benar
48. Tujuan menunggu 10- 20 menit baru dilakukan exposi pada pemotretan abdomen
LLD adalah:
a. Menilai udara yang berada dalam usus
b. Menilai ada tidaknya udara bebas yang mendesak dacrah lambung
c. Menilai ada tidaknya udara bebas yang mendesak daerah hepar
d. Memberi waktu agar pasien tenang
e. Semua jawaban diatas benar

49. Untuk penderita dengan suspek obstruksi ileus, foto yang dibuat yang paling tepat
adalah:
a. Foto abdomen supine, LLD dan RLD
b. Foto abdomen supine, LLD dan lateral recumbent
c. Foto abdomen tegak, supine dan LLD
d. Foto abdomen tegak, lateral recumbent dan LLD
e. Foto abdomen supine

50. Kriteria foto BNO polos dibawah ini yang kurang tepat adalah:
a. Batas atas setinggi processus xipoideus batas bawah sympbisis pubis
b. Ada rotasi pasien ditunjukkan dengan processus spinosus tepat ditengah columna vertebra lumbal
c. Tampak gambaran soft tissue ‘peritoneal fat’
d. Tampak gambaran soft tissue psoasmuscularis
e. Semua jawaban benar

2 komentar:

  1. Post yang bagus, tapi tolong beri kunci jawabannya untuk belajar hehe

    BalasHapus
  2. mantap terimakasih banyak kanda untuk contoh soalnya

    BalasHapus